Pemilihan Berdasarkan Kasih Karunia
Baca Roma 11:1-7. Ajaran umum apakah yang dengan jelas dan mutlak disangkal oleh ayat-ayat ini?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Pada pertama dari jawabannya terhadap pertanyaan “adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya?” Paulus menunjuk pada suatu umat yang sisa, yang dipilih berdasarkan kasih karunia, sebagai bukti bahwa Allah tidak menolak umat-Nya. Keselamatan terbuka bagi semua orang yang menerimanya, baik orang Yahudi maupun bangsa lain.
Haruslah diingat bahwa orang-orang yang pertama kali bertobat kepada Kekristenan adalah orang-orang Yahudi—contohnya, kelompok orang yang ditobatkan pada hari pentakosta. Dibutuhkan satu penglihatan dan mujizat khusus untuk meyakinkan Petrus bahwa bangsa-bangsa lain mempunyai akses yang sama kepada kasih karunia Kristus (Kisah 10; bandingkan dengan Kisah 15:7-9) dan bahwa Injil ini harus disampaikan kepada mereka juga.
Baca Roma 11:7-10. Apakah Paulus sedang berkata bahwa Allah dengan sengaja telah membutakan sebagian orang Israel yang menolak Yesus, kepada keselamatan? Apakah yang salah dengan ajaran ini?
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Dalam ayat-ayat ini, Paulus mengutip dari Perjanjian Lama, yang diterima mempunyai wewenang oleh orang Yahudi. Ayat-ayat yang Paulus kutip menampilkan Allah yang memberikan kepada Israel satu roh yang membuat mereka tertidur, mencegah mereka melihat dan mendengar. Apakah Allah membutakan mata umat ini untuk mencegah mereka melihat terang yang akan menunutun mereka kepada keselamatan? Tidak pernah! Ayat-ayat ini harus dimengerti atas dasar penjelasan kita tentang Roma 9. Paulus tidak sedang berbicara tentang keselamatan secara individu, karena Allah tidak menolak satu kelompok pun secara serempak untuk mendapatkan keselamatan. Sebaliknya, yang dibahas disini, yang memang adalah pusat pembahasan Paulus sejauh ini, adalah peranan yang dimainkan oleh umat tersebut dalam pekerjaan-Nya.
Apakah yang begitu salah dengan gagasan bahwa Allah telah menolak sekaligus satu umat manusia dalam hal keselamatan? Mengapa hal itu bertentangan dengan seluruh ajaran Injil, yang pada intinya menunjukkan bahwa Kristus telah mati untuk menyelamatkan semua umat manusia? Bagaimanakah gagasan ini telah menuntun kepada hasil-hasil yang tragis, contohnya seperti yang dialami orang-orang Yahudi?
Baca Roma 11:1-7. Ajaran umum apakah yang dengan jelas dan mutlak disangkal oleh ayat-ayat ini?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Pada pertama dari jawabannya terhadap pertanyaan “adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya?” Paulus menunjuk pada suatu umat yang sisa, yang dipilih berdasarkan kasih karunia, sebagai bukti bahwa Allah tidak menolak umat-Nya. Keselamatan terbuka bagi semua orang yang menerimanya, baik orang Yahudi maupun bangsa lain.
Haruslah diingat bahwa orang-orang yang pertama kali bertobat kepada Kekristenan adalah orang-orang Yahudi—contohnya, kelompok orang yang ditobatkan pada hari pentakosta. Dibutuhkan satu penglihatan dan mujizat khusus untuk meyakinkan Petrus bahwa bangsa-bangsa lain mempunyai akses yang sama kepada kasih karunia Kristus (Kisah 10; bandingkan dengan Kisah 15:7-9) dan bahwa Injil ini harus disampaikan kepada mereka juga.
Baca Roma 11:7-10. Apakah Paulus sedang berkata bahwa Allah dengan sengaja telah membutakan sebagian orang Israel yang menolak Yesus, kepada keselamatan? Apakah yang salah dengan ajaran ini?
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Dalam ayat-ayat ini, Paulus mengutip dari Perjanjian Lama, yang diterima mempunyai wewenang oleh orang Yahudi. Ayat-ayat yang Paulus kutip menampilkan Allah yang memberikan kepada Israel satu roh yang membuat mereka tertidur, mencegah mereka melihat dan mendengar. Apakah Allah membutakan mata umat ini untuk mencegah mereka melihat terang yang akan menunutun mereka kepada keselamatan? Tidak pernah! Ayat-ayat ini harus dimengerti atas dasar penjelasan kita tentang Roma 9. Paulus tidak sedang berbicara tentang keselamatan secara individu, karena Allah tidak menolak satu kelompok pun secara serempak untuk mendapatkan keselamatan. Sebaliknya, yang dibahas disini, yang memang adalah pusat pembahasan Paulus sejauh ini, adalah peranan yang dimainkan oleh umat tersebut dalam pekerjaan-Nya.
Apakah yang begitu salah dengan gagasan bahwa Allah telah menolak sekaligus satu umat manusia dalam hal keselamatan? Mengapa hal itu bertentangan dengan seluruh ajaran Injil, yang pada intinya menunjukkan bahwa Kristus telah mati untuk menyelamatkan semua umat manusia? Bagaimanakah gagasan ini telah menuntun kepada hasil-hasil yang tragis, contohnya seperti yang dialami orang-orang Yahudi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar