SELANJUTNYA: Baca Ellen G. White, "Unity and Love in the Church," hlm. 477, 478; "Love for the Erring," hlm. 604-606, dalam Testimonies for the Church, jld. 5; "Menolong yang Tergoda," hlm. 137, dalam Membina Keluarga Sehat, dan halaman 719 dalam The SDA Bible Commentary, jld. 6.
"Kepada saya ditunjukkan bahaya mengancam umat Allah dalam melihat pada Saudara dan Saudari White dan menyangka bahwa mereka harus datang kepada kami denganbeban-beban mereka dan meminta nasihat kepada kami. Janganlah kiranya seperti itu. Umat Allah diundang oleh Juruselamat mereka yang penuh belas kasihan dan kasih untuk datang kepada-Nya, bila mereka letih lesu dan berbeban berat, dan Dia akan melegakan mereka. . . . Banyak yang datang kepada kami dengan pertanyaan: Apakah saya harus lakukan ini? Apakah saya harus terlibat dalam urusan ini? Atau, dalam hal pakaian, apakah saya harus menggunakan potongan ini atau itu? Saya jawab mereka: Kamu mengaku sebagai murid-murid Kristus. Pelajari Alkitabmu. Baca dengan cermat dan penuh doa tentang kehidupan Juruselamat terkasih kita pada waktu Dia tinggal di antara manusia di atas bumi ini. Tirulah hidup-Nya, dan kamu tidak akan didapati menyimpang dari jalan yang sempit itu. Kami sama sekali menolak untuk menjadi hati nurani bagi kamu. Jika kami mengatakan pada kamu apa yang harus kamu lakukan, kamu akan berharap pada kami untuk menuntun kamu, gantinya kamu sendiri langsung datang pada Yesus." —Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 2, hlm. 118, 119.
"Tetapi jangan hendaknya kita memindahkan tanggung jawab kewajiban kita kepada orang lain, dan menunggu mereka mengatakan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Kita tidak boleh bergantung mengharapkan nasihat manusia. Tuhan akan mengajarkan kewajiban kita kepada kita sama relanya seperti Ia mau mengajar orang lain . . . . Mereka yang memutuskan tidak berbuat apa-apa dalam hal apa pun yang tidak menyenangkan Allah, akan mengetahui, sesudah menyampaikan persoalan mereka di hadapan-Nya, jalan mana yang harus ditempuh."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 310.
"Masih ada orang di dalam sidang yang tetap cenderung kepada kebebasan pribadi. Mereka tampaknya belum sanggup untuk menyadari bahwa kebebasan roh akan cenderung untuk memimpin umat manusia kepada banyak kepercayaan diri sendiri dan untuk mempercayakan pertimbangannya sendiri daripada menghormati nasihat dan menghargai setinggi-tingginya pertimbangan saudara-saudaranya."—
Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 139
PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
"Kepada saya ditunjukkan bahaya mengancam umat Allah dalam melihat pada Saudara dan Saudari White dan menyangka bahwa mereka harus datang kepada kami denganbeban-beban mereka dan meminta nasihat kepada kami. Janganlah kiranya seperti itu. Umat Allah diundang oleh Juruselamat mereka yang penuh belas kasihan dan kasih untuk datang kepada-Nya, bila mereka letih lesu dan berbeban berat, dan Dia akan melegakan mereka. . . . Banyak yang datang kepada kami dengan pertanyaan: Apakah saya harus lakukan ini? Apakah saya harus terlibat dalam urusan ini? Atau, dalam hal pakaian, apakah saya harus menggunakan potongan ini atau itu? Saya jawab mereka: Kamu mengaku sebagai murid-murid Kristus. Pelajari Alkitabmu. Baca dengan cermat dan penuh doa tentang kehidupan Juruselamat terkasih kita pada waktu Dia tinggal di antara manusia di atas bumi ini. Tirulah hidup-Nya, dan kamu tidak akan didapati menyimpang dari jalan yang sempit itu. Kami sama sekali menolak untuk menjadi hati nurani bagi kamu. Jika kami mengatakan pada kamu apa yang harus kamu lakukan, kamu akan berharap pada kami untuk menuntun kamu, gantinya kamu sendiri langsung datang pada Yesus." —Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 2, hlm. 118, 119.
"Tetapi jangan hendaknya kita memindahkan tanggung jawab kewajiban kita kepada orang lain, dan menunggu mereka mengatakan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Kita tidak boleh bergantung mengharapkan nasihat manusia. Tuhan akan mengajarkan kewajiban kita kepada kita sama relanya seperti Ia mau mengajar orang lain . . . . Mereka yang memutuskan tidak berbuat apa-apa dalam hal apa pun yang tidak menyenangkan Allah, akan mengetahui, sesudah menyampaikan persoalan mereka di hadapan-Nya, jalan mana yang harus ditempuh."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 310.
"Masih ada orang di dalam sidang yang tetap cenderung kepada kebebasan pribadi. Mereka tampaknya belum sanggup untuk menyadari bahwa kebebasan roh akan cenderung untuk memimpin umat manusia kepada banyak kepercayaan diri sendiri dan untuk mempercayakan pertimbangannya sendiri daripada menghormati nasihat dan menghargai setinggi-tingginya pertimbangan saudara-saudaranya."—
Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 139
PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
- Dengan tema sepanjang pekan ini, bagaimanakah kita sebagai orang- orang Kristen menemukan keseimbangan yang tepat dalam: Setia pada apa yang kita percaya, namun tidak menghakimi orang lain yang melihat sesuatu berbeda dengan yang kita lihat?
- Setia pada hati nurani kita sendiri dan tidak berusaha menjadi hati nurani bagi orang lain, sementara dalam waktu yang sama berusaha menolong orang lain yang kita yakini sedang berada dalam kesalahan? Kapankah kita berbicara dan kapankah kita harus berdiam diri? Kapankah kita patut dipersalahkan jika kita berdiam diri?
- Merdeka dalam Tuhan namun tetap menyadari tanggung jawab kita menjadi teladan yang baik bagi mereka yang menghormati kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar