Bahan Pelajaran Sekolah Sabat dapat dibuka disini. untuk mencari tanggal yang anda inginkan cari di kotak serch.

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.

Cara berbagi Pelajaran Sekolah Sabat ke teman Facebook
Klick Disini

Senin, 20 September 2010

Senin, 20 September 2010

Dengan Ukuran Yang Kamu Gunakan

Baca roma 14:10. Alasan apakah yang diberikan Paulus di sini bagi kita agar berhati-hati dalam menghakimi orang lain?

Kita cenderung menghakimi orang lain dengan kasar, dan sering dalam hal yang sama yang kita juga lakukan. Namun demikian, betapa sering apa yang kita lakukan tampaknya tidak terlalu buruk bagi kita dibanding jika hal yang sama dilakukan oleh orang lain. Kita boleh saja menipu diri kita oleh kemunafikan kita, tetapi tidak denganAllah, yang memperingatkan kita: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar dimata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu" (Matius 7:1-4).

Apakah makna pernyataan dari Perjanjian Lama yang diperkenalkan Paulus di sini? Roma 14:11.

Kutipan dariYesaya 45:23 mendukung pemikiran bahwa semua orang harus menghadap pengadilan. "Setiap lutut" dan "setiap lidah" membuat panggilan itu bersifat individu. Implikasinya adalah setiap orang harus mempertanggungjawabkan kehidupan dan perbuatan-perbuatannya (ay. 12). Tidak seorang pun dapat menjawab untuk orang lain. Dalam pengertian penting ini, kita bukanlah penjaga saudara kita.

Dengan konteks tersebut, bagaimanakah Anda memahami apa yang Paulus katakan dalam roma 14:14?

Pembahasannya masih tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala-berhala. Masalahnya jelas bukan perbedaan antara makanan halal dan haram. Paulus berkata bahwa tidak ada yang salah dalam memakan makanan itu sendiri sekalipun telah dipersembahkan kepada berhala. Lagipula, apakah suatu berhala? Bukan apa-apa (lihat 1 Kor. 8:4), jadi apakah urusannya jika ada orang kafir yang mempersembahkan makanan ke patung seekor kodok ataupun seekor banteng? Jangan membuat seorang melanggar hati nuraninya, bahkan jika hati nuraninya itusangatlahpeka.Kenyataaninilahyangtampaknyatidakdipahamisaudara-saudara yang "kuat." Mereka menganggap remeh perasaan peka dari saudara-saudara yang "lemah" dan menaruh batu-batu sandungan pada jalan mereka.

Bisakah Anda, dalam semangat Anda bagi Tuhan, berada dalam bahaya yang diamarkan Paulus di sini? Mengapakah kita harus berhati-hati agar tidak berusaha menjadi hati nurani bagi orang lain, betapa baik pun maksud kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar