Bahan Pelajaran Sekolah Sabat dapat dibuka disini. untuk mencari tanggal yang anda inginkan cari di kotak serch.

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.

Cara berbagi Pelajaran Sekolah Sabat ke teman Facebook
Klick Disini

Senin, 06 September 2010

Minggu, 5 September 2010

Kegenapan Hukum Taurat

Baca Roma 10:1-4. Dengan mengingat apa yang telah dibahas sebelumnya, apakah pekabaran dalam ayat ini? Bagaimanakah kita pada zaman ini bisa berada dalam bahaya oleh berusaha mendirikan “kebenaran kira sendiri?”

Legalisme bisa muncul dalam banyak bentuk, sebagian lebih halus dari yang lainnya. Mereka yang mengandalakan diri mereka sendiri, perbuatan baik mereka, pola makan mereka, cara mereka memelihara hari sabat dengan ketat, semua hal buruk yang mereka tidak lakukan, atau hal-hal baik yang telah mereka capai—bahkan dengan maksud-maksud yang terbaik sekalipun—sedang jatuh dalam perangkap legalisme. Dalam kehidupan kita setiap saat, kita harus menempatkan kesucian Allah dihadapan kita yang begitu berbeda dengan keberdosaan kita; itulah jalan paling pasti untuk melindungi diri kita dari cara berpikir yang menuntun banyak orang untuk mengusahakan “kebenaran mereka sendiri,” yang sangat berlawanan dengan kebenaran Kristus.
Roma 10:4 adalah satu ayat penting yang merangkum inti seluruh pekabaran Paulus kepada orang-orang Roma pertama, kita perlu mengetahui konteksnya. Banyak orang Yahudi yang “berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri” (Roma 10:3) dan mencari “kebenaran karena hukum Taurat (Roma 10:5). Tetapi dengan datangnya Mesias, jalan kebenaran yang sebenarnya ditampilkan. Kebenaran ditawarkan kepada semua orang yang mau mencanangkan iman mereka didalam Yesus. Mesiaslah yang ditunjukkan oleh sistem upacara dulu kala.
Bahkan jika seseorang mencakupkan Sepuluh Perintah dalam defenisi hukum, hal itu tidak berarti Sepuluh Perintah itu telah dihapuskan. Hukum moral menunjukkan dosa-dosa kita, kesalahan-kesalahan kita, kekurangan-kekurangan kita, dan dengan demikian menuntun kita kepada kebutuhan kita akan pengampunan, kebutuhan kita akan kebenaran, yang semuanya hanya terdapat pada Yesus. Dalam pengertian ini, Kristus adalah “Kegenapan” hukum Taurat, yang arti hukum Taurat menuntun kita kepada kebenaran dan kebenaran-Nya. Kata Yunani untuk “kegenapan” adalah telos, yang bisa juga diterjemahkan “tujuan” atau “maksud.” Kristus adalah tujuan final hukum Taurat itu, dengan kata lain hukum taurat itu menunutun kita kepada Yesus.
Melihat ayat ini sebagai satu ajaran bahwa Sepuluh Perintah—khususnya perintah keempat (ini sebenarnya maksud banyak orang)—kini telah ditiadakan adalah sama saja dengan membuat kesimpulan yang sangat bertentangan dengan apa yang Paulus dan Perjanjian Baru ajarkan.

Pernahkah Anda dapati diri Anda sombong dengan kebaikan Anda, khususnya dibandingkan dengan orang lain? Boleh jadi Anda “lebih baik,” namun apakah demikian? Bandingkan diri Anda dengan Kristus, dan kemudian pikirkanlah seberapa “baik” diri Anda sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar