KEBODOHAN REHABEAM
Kematian Salomo menandai salah satu titik balik penting dalam sejarah Israel. Pendekatan administratif dengan tangan besi, undang-undang pengerahan tenaga kerja, dan percobaan-percobaan dalam kemajemukan agama semuanya menuju pada ketegangan besar pada awal pemerintahan Rehabeam, putra Salomo.
Bacalah 1 Raj-raja 12:1-16 dan cobalah untuk menangkap darama dari situasi tersebut. Dengan melihat kepemimpinan Rehabeam, apakah yang kita pelajari daricerita ini mengenai sikap kita terhadap kekuatan apa pun yang kita miliki dalam situasi kehidupan yang berbeda-beda? Apakah yang dapat kita pelajari dari kesalahan yang diperbuatnya?
Sesudah perpecahan Yehuda dan Israel, umat Tuhan yang tadinya bersatu mulai berpisah dengan cara yang berbeda-beda. Melihat pusat perbaktian, pengorbanan, dan pemujaan berada di Yehuda, maka Raja Yerobeam I dari Israel membuat dua lembu emas (1 Raj. 12:26-29) dan mendirikan dua tempat ibadah dengan mezbah, satu di Betel dan yang satunya lagi di Dan. Semuanya tidak terlihat begitu baik bagi Israel,selama dua ratus tahun beriktunya Bangsa Israel mempunyai pengalaman bagaikan naik roller-coaster, naik - turun dengan tiba-tiba. beberapa raja mengikuti (paling kurang dengan setengah hati_ panggilan Tuhan untuk bertobat; yang lain dengan keras kepala menolak seruan para nabi. Dinasti-dinasti berubah, dan begitu banyak pembunuhan berbau politik yang terjadi. Dua puluh raja berkuasa sejak Yerobeam I sampai pada raja terakhir Israel di Samaria, Hosea, memberi isyarat akan kondisi kerjaan yang tidak stabil. Akhirnya, tahun 722 S.M. Samaria direbut oleh bangsa Asyur dan Israel dibawa ke dalam penawanan.
Di sisi sebelah perbatasan, situasinya tidak lebih baik. Dinasti Daud tetap berlangsung, tetapi tidak semua keturunan Daud yang bisa menyamai iman dari leluhur mereka. Ada raja, sperti Yosafat, Hizkia, dan Yosia, berusaha untuk kembali kepada Tuhan dan dalam proses itu juga membawa orang Yehuda ke dalam pertobatan penuh. Usaha-usaha mereka dibantu oleh puluhan nabi yang berbicara di dalam situasi-situasi tertentu mengenai kebutuhan-kebutuhan rohani dan sosial Bangsa Yehuda.
Tahun 586 S.M. Yerusalem jatuh ke tangan Babel. Para pemimpin dan banyak dari penduduk kota dibawa ke Babel. Bait suci Tuhan dihancurkan. "Percobaan" kerajaan telah tiba pada akhirnya.
Seseorang dapat berpikir bahwa dengan bencana penghancuran dan penawanan bangsa Babel, menjadi akhir dari Bangsa Yahudi. Apakah yang diceritakan oleh pemulihan mereka mengenai kesabaran dan kemurahan Tuhan? Pernahkah Anda melihat kesabaran dan kemurahan Tuhan? Pernahkah Anda melihat kesabaran dan kemurahan yang sama dalam kehidupan Anda? Bagaimanakah reaksi Anda terhadap kemurahan ini?
Kematian Salomo menandai salah satu titik balik penting dalam sejarah Israel. Pendekatan administratif dengan tangan besi, undang-undang pengerahan tenaga kerja, dan percobaan-percobaan dalam kemajemukan agama semuanya menuju pada ketegangan besar pada awal pemerintahan Rehabeam, putra Salomo.
Bacalah 1 Raj-raja 12:1-16 dan cobalah untuk menangkap darama dari situasi tersebut. Dengan melihat kepemimpinan Rehabeam, apakah yang kita pelajari daricerita ini mengenai sikap kita terhadap kekuatan apa pun yang kita miliki dalam situasi kehidupan yang berbeda-beda? Apakah yang dapat kita pelajari dari kesalahan yang diperbuatnya?
Sesudah perpecahan Yehuda dan Israel, umat Tuhan yang tadinya bersatu mulai berpisah dengan cara yang berbeda-beda. Melihat pusat perbaktian, pengorbanan, dan pemujaan berada di Yehuda, maka Raja Yerobeam I dari Israel membuat dua lembu emas (1 Raj. 12:26-29) dan mendirikan dua tempat ibadah dengan mezbah, satu di Betel dan yang satunya lagi di Dan. Semuanya tidak terlihat begitu baik bagi Israel,selama dua ratus tahun beriktunya Bangsa Israel mempunyai pengalaman bagaikan naik roller-coaster, naik - turun dengan tiba-tiba. beberapa raja mengikuti (paling kurang dengan setengah hati_ panggilan Tuhan untuk bertobat; yang lain dengan keras kepala menolak seruan para nabi. Dinasti-dinasti berubah, dan begitu banyak pembunuhan berbau politik yang terjadi. Dua puluh raja berkuasa sejak Yerobeam I sampai pada raja terakhir Israel di Samaria, Hosea, memberi isyarat akan kondisi kerjaan yang tidak stabil. Akhirnya, tahun 722 S.M. Samaria direbut oleh bangsa Asyur dan Israel dibawa ke dalam penawanan.
Di sisi sebelah perbatasan, situasinya tidak lebih baik. Dinasti Daud tetap berlangsung, tetapi tidak semua keturunan Daud yang bisa menyamai iman dari leluhur mereka. Ada raja, sperti Yosafat, Hizkia, dan Yosia, berusaha untuk kembali kepada Tuhan dan dalam proses itu juga membawa orang Yehuda ke dalam pertobatan penuh. Usaha-usaha mereka dibantu oleh puluhan nabi yang berbicara di dalam situasi-situasi tertentu mengenai kebutuhan-kebutuhan rohani dan sosial Bangsa Yehuda.
Tahun 586 S.M. Yerusalem jatuh ke tangan Babel. Para pemimpin dan banyak dari penduduk kota dibawa ke Babel. Bait suci Tuhan dihancurkan. "Percobaan" kerajaan telah tiba pada akhirnya.
Seseorang dapat berpikir bahwa dengan bencana penghancuran dan penawanan bangsa Babel, menjadi akhir dari Bangsa Yahudi. Apakah yang diceritakan oleh pemulihan mereka mengenai kesabaran dan kemurahan Tuhan? Pernahkah Anda melihat kesabaran dan kemurahan Tuhan? Pernahkah Anda melihat kesabaran dan kemurahan yang sama dalam kehidupan Anda? Bagaimanakah reaksi Anda terhadap kemurahan ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar