Bahan Pelajaran Sekolah Sabat dapat dibuka disini. untuk mencari tanggal yang anda inginkan cari di kotak serch.

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.

Cara berbagi Pelajaran Sekolah Sabat ke teman Facebook
Klick Disini

Rabu, 29 September 2010

Rabu, 29 September 2010

MENGENAI PARA RAJA DAN PANGERAN

Walaupun begitu banyak yang sudah diberikan Tuhan, dan dijanjikan lebih banyak lagi seandainya mereka menurut, Bangsa Israel dipengaruhi secara negatif oleh kebudayaan di sekitar mereka. Sebagai contoh, mereka melihat di kerajaan -kerajaan sekitar sebuah struktur politik yang sangat berbeda. Semua bangsa ini mempunyai seorang raja. Dipadukan dengan fakta bahwa putra-putra Samuel tidak mengikuti perilaku dan kepemimpinan ayah mereka karena "mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan" ( 1sam 8:3, NKJV), para pemimpin suku israel merasa bahwa sudah waktunya untuk menunjuk seorang raja atas Israel (1 Sam 8:4,5). Samuel tidak begitu senang dengan keputusan itu tetapi disuruh Tuhan untuk menurut saja (1 Sam 8:7).

Saul dari suku Benyamin diurapi sebagai raja oleh Samuel (1 Sam 10:1) dan memulai kekuasaannya di Gibea. Namun, sebagaimana yang diramalkan Tuhan, semua tidak berjalan lancar bagi raja yang baru. Ketegangan antar suku tetap berlangsung. Keberadaan Bangsa Israel berada dalam bahaya karena tekanan dari kekuasaan-kekuasaan yang berada di sekelilingnya. Raja yang baru tidak berkomitmen untuk mengikuti persyaratan-persyaratan Tuhan (1 Sam 15:3,8,9) dan, sebagai hasilnya, Tuhan akhirnya menolak Saul.

Sesudah itu, Daud diurapi sebagai raja Israel yang akan datang. Seperti yang diharapkan, Saul tidak ingin memindahkan dengan begitu saja kekuasaanya kepada juara perang yang baru, Daud. Dekade berikutnya ditandai oleh perselisihan internal, dan Daud selalu dalam pelarian.

Perkembangan besar selanjutnya dalam sejarah Israel terjadi ketika Saul dan putra-putranya terbunuh dalam peperangan melawan Filistin (1 Sam 31:1-6). Daud dijadikan raja atas Yehuda, dan tujuh tahun kemudian, atas seluruh Israel. Daud mendirikan Yerusalem sebagai ibukota baru dari kerajaan yang bersatu. Tindakan-tindakan militernya yang luar biasa sangat sukses; dia memperluas batas-batas kerajaannya. Sesudah berkuasa selama empat puluh satu tahun, Daud wafat di Yerusalem (2Sam 5:4; 1 Raja 2:10, 11). Seperti kehidupan kita, pemerintahan Daud ditandai dengan kemenangan-kemenangan yang besar, beberapa pilihan yang buruk, dan begitu banyak kemurahan Tuhan. Dia diganti oleh putranya Salomo, yang juga memerintah selama empat puluh tahun (1 Raj. 11:42).

Salomo bukanlah seorang prajurit atau penakluk. Malahan, dia mencari dan menerima akal budi surgawi (1 Raj 3:3-13) ; dia membangun bait suci Allah di Yerusalem; dia merancang struktur-struktur administratif yang mengawasi dan mengatur Israel; tetapi, pada akhirnya hidupnya, dia berpaling dari Tuhan, mengikuti praktik-praktik agama dari istri-istrinya (1 Raj 11:1-8

Bacalah 1 Samuel 8:7-20. bagaimanakah bagian ini menunjukkan bahwa jalan-jalan Tuhan lebih baik daripada jalan manusia? Betapa seringnya kita mendapati diri kita melakukan hal yang sama, ingin melakukan hal-hal sesuai dengan jalan kita gantinya mengikuti jalan Tuhan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar