RAHASIA-RAHASIA
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes. 55:8,9)
Baca Roma 9:17-24. Dengan apa yang sudah kita baca sejauh ini, bagaimanakah kita memahami pokok ajaran Paulus di ayat ini?
Dalam memperlakukan Mesir di zaman Keluaran sebagaimana yang telah diperbuat-Nya, Allah sedang bekerja bagi keselamatan umat manusia. Penyataan [Wahyu] Allah akan diri-Nya dalam malapetaka di Mesir dan kelepasan umat-Nya telah dirancang untuk menjadi sebuah undangan bagi rakyat berbagai bangsa untuk meninggalkan allah-allah mereka dan datang menyembah Dia.
Firaun dengan jelas telah membuat keputusan melawan Allah, sehingga dalam mengeraskan hatinya Allah tidak sedang memutuskan dia dari kesempatan keselamatan. Pengerasan hatinya adalah terhadap himbauan untuk membiarkan Israel pergi, dan bukan terhadap panggilan Allah bagi Firaun untuk menerima keselamatan pribadi. Kristus telah mati bagi Firaun, sama seperti halnya bagi Musa, Harun dan seluruh Bangsa Israel.
Pokok penting dari semua ini adalah bahwa sebagai manusia yang telah jatuh dalam dosa, kita mempunyai pandangan sempit terhadap dunia, dan terhadap Allah serta bagaimana Dia bekerja di dunia ini. Bagaimanakah bisa kita berharap untuk memahami semua rancangan Allah sementara dunia alami ini, kesegala arah kita memandang, menyimpan berbagai rahasia yang kita tidak dapat mengerti? Lagi pula, baru seratus lima puluh tahun atau dua ratus tahun lalu para dokter mendapati bahwa adalah gagasan baik untuk mencuci tangan mereka sebelum melakukan pembedahan! Demikianlah selama ini kita tenggelam di dalam kepongahan. Dan siapa tahu, jika waktu mengizinkan, masih banyak hal lain lagi yang akan kita temukan dimasa mendatang yang akan menyatakan betapa kita terlalu tenggelam didalam kebodohan kita hari ini?
Tentu saja, kita tidak selalu memahami jalan-jalan Allah, tetapi Yesus telah datang untuk menyatakan pada kita seperti apa Allah itu (Yoh 14:9). Jika demikian, mengapakah ditengah rahasia-rahasia kehidupan serta peristiwa-peristiwa yang tak terduga, sangat penting bagi kita untuk merenungkan tabiat Kristus dan apa yang telah dinyatakan-Nya kepada kita tentang Allah dan kasih-Nya bagi kita? Bagaimanakah pengenalan akan tabiat Allah menolong kita tetap setia ditengah-tengah berbagai kesukaran yang tampaknya tidak benar dan tidak adil?
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes. 55:8,9)
Baca Roma 9:17-24. Dengan apa yang sudah kita baca sejauh ini, bagaimanakah kita memahami pokok ajaran Paulus di ayat ini?
Dalam memperlakukan Mesir di zaman Keluaran sebagaimana yang telah diperbuat-Nya, Allah sedang bekerja bagi keselamatan umat manusia. Penyataan [Wahyu] Allah akan diri-Nya dalam malapetaka di Mesir dan kelepasan umat-Nya telah dirancang untuk menjadi sebuah undangan bagi rakyat berbagai bangsa untuk meninggalkan allah-allah mereka dan datang menyembah Dia.
Firaun dengan jelas telah membuat keputusan melawan Allah, sehingga dalam mengeraskan hatinya Allah tidak sedang memutuskan dia dari kesempatan keselamatan. Pengerasan hatinya adalah terhadap himbauan untuk membiarkan Israel pergi, dan bukan terhadap panggilan Allah bagi Firaun untuk menerima keselamatan pribadi. Kristus telah mati bagi Firaun, sama seperti halnya bagi Musa, Harun dan seluruh Bangsa Israel.
Pokok penting dari semua ini adalah bahwa sebagai manusia yang telah jatuh dalam dosa, kita mempunyai pandangan sempit terhadap dunia, dan terhadap Allah serta bagaimana Dia bekerja di dunia ini. Bagaimanakah bisa kita berharap untuk memahami semua rancangan Allah sementara dunia alami ini, kesegala arah kita memandang, menyimpan berbagai rahasia yang kita tidak dapat mengerti? Lagi pula, baru seratus lima puluh tahun atau dua ratus tahun lalu para dokter mendapati bahwa adalah gagasan baik untuk mencuci tangan mereka sebelum melakukan pembedahan! Demikianlah selama ini kita tenggelam di dalam kepongahan. Dan siapa tahu, jika waktu mengizinkan, masih banyak hal lain lagi yang akan kita temukan dimasa mendatang yang akan menyatakan betapa kita terlalu tenggelam didalam kebodohan kita hari ini?
Tentu saja, kita tidak selalu memahami jalan-jalan Allah, tetapi Yesus telah datang untuk menyatakan pada kita seperti apa Allah itu (Yoh 14:9). Jika demikian, mengapakah ditengah rahasia-rahasia kehidupan serta peristiwa-peristiwa yang tak terduga, sangat penting bagi kita untuk merenungkan tabiat Kristus dan apa yang telah dinyatakan-Nya kepada kita tentang Allah dan kasih-Nya bagi kita? Bagaimanakah pengenalan akan tabiat Allah menolong kita tetap setia ditengah-tengah berbagai kesukaran yang tampaknya tidak benar dan tidak adil?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar