Adopsi Lawan Perhambaan
Bagaimanakah Paulus menggambarkan hubungan yang baru di dalam Kristus? Roma 8:15. Pengharapan apakah yang ditemukan dalam janji ini bagi kita? Bagaimanakah kita menjadikannya nyata dalam hidup kita?
Hubungan yang baru ini digambarkan sebagai kemerdekaan dari ketakutan. Seorang hamba terikat dalam perhambaan. Dia hidup dalam keadaan yang takut terus-menerus akan tuannya. Dia bertahan untuk tidak mendapatkan apa-apa selama tahun-tahun pelayanannya yang panjang.
Tidak demikian dengan orang yang menerima Yesus Kristus. Pertama, dia melakukan pelayanan sukarela. Kedua, dia melayani tanpa takut, karena “kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” (1Yoh. 4:18). Ketiga, diangkat sebagai anak, dia menjadi ahli waris dari warisan yang bernilai tak terhingga.
“Roh perhambaan ditandai dengan usaha untuk hidup sesuai dengan agama hukum, melalui perjuangan untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum dengan kekuatan kita sendiri. Pengharapan ada pada kita hanya jika kita datang dibawah perjanjian Abraham, yang adalah perjanjian kasih karunia oleh iman dalam Yesus Kristus.” – Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, jld 6, hlm.1077.
Apakah yang memberi kita jaminan bahwa Allah sesungguhnya telah menerima kita sebagai anak-anak-Nya? Roma 8:16
Kesaksian batiniah oleh Roh memastikan penerimaan kita. Sementara tidaklah aman untuk mengandalkan perasaan semata-mata, mereka yang dengan pemahaman mereka yang terbaik telah mengikuti terang Firman itu akan mendengar sebuah suara pembuktian dalam batinnya yang memastikan bahwa mereka telah diterima sebagai anak Allah.
Sesungguhnya, Roma 8:17 mengatakan pada kita bahwa kita adalah ahli-ahli waris; yakni, kita adalah bagian dari keluarga Allah dan sebagai ahli-ahli waris, sebagai anak-anak, kita menerima warisan yang indah dari Bapa kita. Kita tidak mengusahakannya; itu diberikan kepada kita berdasarkan status baru kita dalam Allah, sebuah status yang diberikan kepada kita melalui kasih karunia-Nya, yang dimungkinka bagi kita karena kematian Yesus demi kepentingan kita.
Berapa dekatkah anda kepada Tuhan? Apakah Anda benar-benar mengenal-Nya, atau hanya sekedar tahu tentang Dia? Peruabahan-perubahan apakah yang harus Anda buat dalam hidup Anda untuk mempunyai sebuah hidup yang lebih dekat dengan Pencipta dan Penebus Anda? Apakah yang menahan Anda, dan mengapa?
Bagaimanakah Paulus menggambarkan hubungan yang baru di dalam Kristus? Roma 8:15. Pengharapan apakah yang ditemukan dalam janji ini bagi kita? Bagaimanakah kita menjadikannya nyata dalam hidup kita?
Hubungan yang baru ini digambarkan sebagai kemerdekaan dari ketakutan. Seorang hamba terikat dalam perhambaan. Dia hidup dalam keadaan yang takut terus-menerus akan tuannya. Dia bertahan untuk tidak mendapatkan apa-apa selama tahun-tahun pelayanannya yang panjang.
Tidak demikian dengan orang yang menerima Yesus Kristus. Pertama, dia melakukan pelayanan sukarela. Kedua, dia melayani tanpa takut, karena “kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” (1Yoh. 4:18). Ketiga, diangkat sebagai anak, dia menjadi ahli waris dari warisan yang bernilai tak terhingga.
“Roh perhambaan ditandai dengan usaha untuk hidup sesuai dengan agama hukum, melalui perjuangan untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum dengan kekuatan kita sendiri. Pengharapan ada pada kita hanya jika kita datang dibawah perjanjian Abraham, yang adalah perjanjian kasih karunia oleh iman dalam Yesus Kristus.” – Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, jld 6, hlm.1077.
Apakah yang memberi kita jaminan bahwa Allah sesungguhnya telah menerima kita sebagai anak-anak-Nya? Roma 8:16
Kesaksian batiniah oleh Roh memastikan penerimaan kita. Sementara tidaklah aman untuk mengandalkan perasaan semata-mata, mereka yang dengan pemahaman mereka yang terbaik telah mengikuti terang Firman itu akan mendengar sebuah suara pembuktian dalam batinnya yang memastikan bahwa mereka telah diterima sebagai anak Allah.
Sesungguhnya, Roma 8:17 mengatakan pada kita bahwa kita adalah ahli-ahli waris; yakni, kita adalah bagian dari keluarga Allah dan sebagai ahli-ahli waris, sebagai anak-anak, kita menerima warisan yang indah dari Bapa kita. Kita tidak mengusahakannya; itu diberikan kepada kita berdasarkan status baru kita dalam Allah, sebuah status yang diberikan kepada kita melalui kasih karunia-Nya, yang dimungkinka bagi kita karena kematian Yesus demi kepentingan kita.
Berapa dekatkah anda kepada Tuhan? Apakah Anda benar-benar mengenal-Nya, atau hanya sekedar tahu tentang Dia? Peruabahan-perubahan apakah yang harus Anda buat dalam hidup Anda untuk mempunyai sebuah hidup yang lebih dekat dengan Pencipta dan Penebus Anda? Apakah yang menahan Anda, dan mengapa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar