PELAJARI SELANJUTNYA: Baca Ellen G. White, “The Perfect Law,” hlm.212-215; “A Divine Sin Bearer,” hlm.308-310, dalam Selected Messages, jld.1; “Penyembuhan Jiwa,” hlm.59-76; “Pentingnya Mencari Pengetahuan yang Benar,” hlm. 417-424, dalam Membina Keluarga Sehat; “Christ’s Victory as Complete as Adam’s Failure,” hlm. 323, dalam My Life Today.
Tidak ada keamanan atau pun ketenangan serta pembenaran dalam pelanggaran terhadap hukum. Manusia tidak bisa berharap untuk berdiri tanpa salah dihadapan Allah, dan berdamai dengan Dia melalui jasa-jasa Kristus, sementara dia terus hidup dalam dosa.” – Ellen G. White, Selected Messages, jld.1, hlmy. 213.
“Paulus ingin saudara-saudaranya melihat bahwa kemuliaan besar Juruselamat yang mengampuni dosa telah memberikan makna kepada seluruh masyarakat Yahudi. Dia ingin mereka melihat juga bahwa pada waktu Kristus datang ke dunia ini, dan mati sebagai korban manusia, lambang-lambang telah digenapi.
“setelah Kristus mati disalib sebagai korban penghapus dosa, maka hukum upacara itu tidak berdaya lagi. Namun hukum upacara itu berkaitan dengan hukum moral, dan mulia adanya. Padanya ada cap Ilahi, dan menyatakan kesucian, keadilan, dan kebenaran Allah. Dan jika pelayanan dispensasi yang dihapuskan itu adalah mulia, betapa lebih mulialah kenyataan itu seharusnya, ketika Kristus dinyatakan, memberikan Roh-Nya yang memberi hidup, menyucikan, kepada semua orang yang percaya.” – Ellen G. White Comments, SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 1095.
PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
Tidak ada keamanan atau pun ketenangan serta pembenaran dalam pelanggaran terhadap hukum. Manusia tidak bisa berharap untuk berdiri tanpa salah dihadapan Allah, dan berdamai dengan Dia melalui jasa-jasa Kristus, sementara dia terus hidup dalam dosa.” – Ellen G. White, Selected Messages, jld.1, hlmy. 213.
“Paulus ingin saudara-saudaranya melihat bahwa kemuliaan besar Juruselamat yang mengampuni dosa telah memberikan makna kepada seluruh masyarakat Yahudi. Dia ingin mereka melihat juga bahwa pada waktu Kristus datang ke dunia ini, dan mati sebagai korban manusia, lambang-lambang telah digenapi.
“setelah Kristus mati disalib sebagai korban penghapus dosa, maka hukum upacara itu tidak berdaya lagi. Namun hukum upacara itu berkaitan dengan hukum moral, dan mulia adanya. Padanya ada cap Ilahi, dan menyatakan kesucian, keadilan, dan kebenaran Allah. Dan jika pelayanan dispensasi yang dihapuskan itu adalah mulia, betapa lebih mulialah kenyataan itu seharusnya, ketika Kristus dinyatakan, memberikan Roh-Nya yang memberi hidup, menyucikan, kepada semua orang yang percaya.” – Ellen G. White Comments, SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 1095.
PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
- Siapakah menurut anda manusia di Roma 7? Paulus, sebelum atau setelah pertobatan? Atau apakah pasal ini berbicara tentang sesuatu yang sama sekali berbeda? Apakah alasan jawaban Anda? Diskusikan jawaban-jawaban yang di berikan di kelas.
- Bagaimanakah Anda menerangkan kenyataan bahwa orang Kristen yang telah dibabtis dan lahir baru pun masih bergumul dengan dosa? Bukankah seharusnya secara otomatis kita mengalahkan segala sesuatu? Atau akankah kita terus berdosa? Atau apakah jawabannya ada diantara dua hal tersebut?
- Potensi bahaya-bahaya apakah yang timbul dari pandangan bahwa bagaimanapun juga sebagai orang-orang Kristen kita akan terus berdosa, terus jatuh, serta terus melanggar hukum Allah? Di sisi lain, potensi bahaya apakah yang muncul dari pandangan bahwa sebagai orang-orang Kristen, bagaimanapun juga, kita harus mengalahkan setiap perbuatan salah dalam hidup kita, setiap pikiran yang salah, setiap kecendrungan yang salah – jika tidak, kita tidak diselamatkan?
- Akhirnya, apapun pendapat orang tentang manusia di Roma 7, janji-janji apakah yang bisa kita ambil dari Roma 7 untuk diri kita, yang menolong kita mengerti apa artinya menjadi pengikut Yesus?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar