Bahan Pelajaran Sekolah Sabat dapat dibuka disini. untuk mencari tanggal yang anda inginkan cari di kotak serch.

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.

Cara berbagi Pelajaran Sekolah Sabat ke teman Facebook
Klick Disini

Selasa, 24 Agustus 2010

Rabu, 1 September 2010

AMI: “UMAT-KU”

Dalam Roma 9:25, Paulus mengutip Hosea 2:22, dan di ayat 26 dia mengutip Hosea 1:10. Latar belakangnya adalah Allah memerintahkan Hosea untuk mengambil “seorang perempuan sundal” (Hosea 1:2) sebagai sebuah ilustrasi hubungan Allah dengan Israel, karena bangsa itu telah mengikuti allah-allah asing. Anak-anak yang lahir dari pernikahan ini diberikan nama-nama yang menandakan penolakan dan hukuman Allah atas Israel yang menyembah berhala. Anak ketiga dinamakan Lo-Ami, yang arti harfiahnya “bukan umat-Ku.”
Namun ditengah semua ini, Hosea menubuatkan harinya akan datang dimana, setelah menghukum umat-Nya, Allah akan memulihkan nasib mereka, menghancurkan allah-allah palsu mereka, dan mengikat sebuah perjanjian dengan mereka. (Lihat Hos. 2:11-19). Pada titik ini mereka yang tadinya Lo-Ami, “bukan umat-Ku,” akan menjadi Ami, “umat-Ku.”
Di zaman Paulus Ami adalah “bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari bangsa-bangsa lain” (Roma 9:24). Betapa sebuah penyajian Injil yang jelas dan berkuasa, suatu Injil yang sejak awalnya dimaksudkan bagi seluruh dunia. Tidak heran sebagai orang-orang Advent kita ambil bagian dalam panggilan kita berdasarkan ayat ini: “dan aku melihat seorang malaikat lain terbang ditengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam diatas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum” (Wahyu 14:6). Zaman ini, sebgaiman di zaman Paulus, dan sebagaimana di zaman Israel dulu kala, kabar baik keselamatan itu harus disebarluaskan keseluruh dunia.

Baca Roma 9:25-29. (Perhatikan berapa banyak Paulus mengutip Perjanjian Lama untuk menekankan ajarannya tentang apa yang terjadi di zamannya). Apakah pekabaran dasar yang ditemukan dalam ayat-ayat ini? Pengharapan apakah yang ditawarkan kepada pembacanya?

Fakta bahwa beberapa sanak saudara Paulus telah menolak panggilan Injil membuat dia, “berdukacita dan selalu bersedih hati” (Roma 9:2). Tetapi sedikitnya ada satu umat sisa. Janji-janji Allah tidak gagal, sekalipun manusia gagal. Pengharapan yang bisa kita peroleh adalah pada akhirnya, janji-janji Allah akan digenapi, dan kita menuntut janji-janji itu bagi diri kita, hal itu akan kita penuhi dalam diri kita juga.

Berapa seringkah orang tidak memenuhi janji pada Anda? Berapa seringkah Anda gagal memenuhi janji pada diri sendiri dan juga pada orang lain? Mungkin lebih dari yang bisa Anda hitung, bukan? Pelajaran-pelajaran apakah yang dapat Anda pelajari dari kegagalan-kegagalan tersebut dan dimana seharusnya Anda menaruh kepercayaan Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar