Bahan Pelajaran Sekolah Sabat dapat dibuka disini. untuk mencari tanggal yang anda inginkan cari di kotak serch.

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.

Cara berbagi Pelajaran Sekolah Sabat ke teman Facebook
Klick Disini

Selasa, 17 Agustus 2010

Minggu, 22 Agustus 2010

Kemerdekaan Dari Penghukuman

“demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang hidup bukan menurut daging, melainkan menurut Roh.” (Roma 8:1, KJV). Apakah artinya “tidak ada penghukuman?” Tidak ada penghukuman dari apa? Dan mengapakah ini merupakan kabar baik?

“Dalam Kristus Yesus” adalah sebuah anak kalimat yang lazim dalam tulisan-tulisan Paulus. Seseorang ada “dalam” Kristus Yesus berarti dia telah menerima Kristus sebagai Juruselamatnya. Orang tersebut percaya pada-Nya secara mutlak dan telah mengambil keputusan untuk menjadikan pola hidup Kristus sebagai pola hidupnya. Hasilnya adalah sebuah kesatuan pribadi yang erat dengan Kristus.
“Dalam Kristus Yesus” bertentangan dengan “dalam daging.” Keadaan ini juga bertentangan dengan pengalaman yang dirinci dalam pasal 7, dimana Paulus menggambarkan orang yang dibawah penghukuman sebelum penyerahan dirinya kepada Kristus itu sebagai karnal, artinya dia adalah seorang hamba dosa. Orang itu ada dibawah penghukuman maut (ay. 11,13,14). Dia melayani “hukum dosa” (ay. 23,25). Orang ini ada dalam sebuah keadaan celaka yang sangat mengerikan (ay. 24).
Tetapi kemudian orang tersebut berserah kepada Yesus, sebuah perubahan yang segera telah terjadi dalam pilihannya terhadap Allah. Sebelumnya terhukum sebagai seorang pelanggar hukum, tapi kini orang tersebut berdiri sempurna dihadapan Allah, berdiri seakan-akan dia tidak pernah berbuat dosa, karena kebenaran Yesus Kristus sepenuhnya membungkus dia. Tidak ada lagi penghukuman, bukan karena orang itu tidak bersalah, tanpa dosa, atau layak mendapatkan hidup kekal (bukan karena dia), melainkan karena catatan kehidupan Yesus yang sempurna mengambil tempat orang tersebut; itulah sebabnya, tidak ada lagi penghukuman. Tetapi kabar baik itu tidak berakhir disitu.

Apakah yang membebaskan seseorang dari perhambaan dosa? Roma 8:2.

“Roh, yang memberi hidup” disini berarti rencana Kristus untuk keselamatan manusia, bertentangan dengan “hukum dosa dan hukum maut,” yang dijabarkan dalam pasal 7 sebagai hukum yang memerintah atas dosa, yang akhirnya adalah maut. Sebaliknya, hukum Kristus membawa kehidupan dan kemerdekaan.
“Setiap jiwa yang enggan menyerahkan dirinya kepada Allah adalah dibawah pengendalain kuasa yang lain. Ia bukanlah milik-Nya sendiri. Ia mungkin berbicara tentang kemerdekaan, tetapi ia berada dalam perhambaan yang paling hina…. Meskipun ia memuji dirinya bahwa ia sedang mengikuti bisikan kalbu dari pertimbangannya sendiri, namun ia menaati kehendak putra kegelapan. Kristus datang untuk memutuskan belenggu perhambaan dosa dari jiwa.”
-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 80.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar