Pelajaran Sekolah Sabat

Bahan Pelajaran Sekolah Sabat dapat dibuka disini. untuk mencari tanggal yang anda inginkan cari di kotak serch.

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.

Cara berbagi Pelajaran Sekolah Sabat ke teman Facebook
Klick Disini

Jumat, 01 Oktober 2010

Jumat, 1 Oktober 2010

PELAJARI LEBIH LANJUT : " Panggilan Tuhan kepada kita semua untuk mempelajari filsafat Illahi dari sejarah rohani, ditulis oleh Musa di bawah inspirasi Roh Kudus. Keluarga yang pertama ditempatkan di dunia ini adalah contoh bagi semua keluarga yang nanti akan hidup hingga masa penutupan sejarah dunia ini. Begitu banyak untuk dipelajari dalam sejarah ini agar kita dapat mengerti rencana Illahi bagi umat manusia. Rencana ini jelas diartikan, dan jiwa yang penuh doa dan penyerahan akan mempelajari pikiran dan tujuan Allah sejak permulaan sampai penutupan sejarah dunia ini. Dia akan mengerti bahwa Yesus Kristus, yang satu dengan Bapa, adalah penggerak utama dalam semua kemajuan, Dia yang menjadi sumber dari semua pemurnian dan peninggian umat manusia. "Ellen G. White, Manuscript Releases, jld. 3, hlm. 184.

"Dengan meninjau sejarah kita yang lampau, setelah menggikuti setiap langkah kemajuan hingga pada saat ini, saya dapat berkata, Puji Tuhan! Ketika saya melihat apa yang Tuhan telah tempa, saya penuh keheranan dan dengan keyakinan di dalam Kristus sebagai Pemimpin. Kita tidak perlu takut akan masa depan, kecuali kita melupakan cara Tuhan menuntun kita, dan ajaran-Nya di dalam sejarah kita yang lampau. Kita sekarang adalah umat yang perkasa, jika kita menempatkan percaya kita di dalam Tuhan' karena kita menangani kebenaran-kebenaran besar dari firman Tuhan. Kita harus bersyukur atas segala-galanya. " Ellen G. White, Selected Messages, jld. 3, hlm. 162.

PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :

  1. Keterlibatan TUhan yang aktif di dalam sejarah merupakan konsep yang penting dalam Alkitab. Bacalah Daniel 2:21. APakah yang dikatakan ayat ini mengenai interaksi antara Tuhan dan sejarah manusia? Mengapa realitas ini sangat penting untuk kita ingat dewasa ini, bagi kita yang hidup di dekat zaman "akhir sejarah"?
  2. Mengapa kita sangat menyukai cerita? Apakah yang membuat sebuah cerita menjadi menarik? Bagaimanakah cerita dapat digunakan untuk menjadi alat mengajar yang efektif untuk mengajar kebenaran? Siapakah tukang cerita kesukaan Anda, dan mengapa Anda menyukai dia?
  3. Israel telah dipanggil menjadi saksi ke seluruh dunia mengenai Allah yang benar dan pekabaran-Nya tentang keselamatan oleh anugerah bagi setiap orang. Namun, kita melihat bahwa perkelahian internal yang menjadi sangat melemahkan Israel. Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari kebenaran sejarah yang menyedihkan bagi kita dewasa ini?
  4. Latar belakang sangat penting agar dapat mengerti situasi apa pun. Namun, pada umumnya begitu banyak informasi latar yang tidak kita ketahui. Karena begitu banyak yang tersembunyi dari kita, mengapa begitu penting bagi kita untuk tidak menghakimi orang lain? Berapa seringkah Anda dengan buru-buru menghakimi seseorang sebelum mengetahui fakta-fakta penting mengenai seseorang dan keadaannya? Berapa seringkah Anda pernah dihakimi oleh mereka yang tidak mengetahui fakta-fakta yang tepat mengenai diri Anda?

Rabu, 29 September 2010

Selasa 28 September 2010

DARI KEMENANGAN KE "ZAMAN KEGELAPAN"

Untuk sisa pekan ini kita akan melihat lebih dekat beberapa periode penting dalam sejarah Israel yang akan berfungsi sebagai latar belakang bagi semua individu yang akan kita pelajari. Kita mulai dengan masuknya Israel ke Tanah Perjanjian.

Sesudah perbuatan Tuhan yang dahsyat selamat Keluaran dan perjalanan di padang gurun, bangsa Israel untuk kedua kalinya telah mencapai perbatasan Tanah Perjanjian. Di bawah pemimpin baru mereka, Yosua, mereka sudah akan menyeberangi Yordan melalui tanah kering (Yos 3:16,17), satu mukjizat yang menggemakan peristiwa penyeberangan Laut Merah di saat Keluaran (Kel. 14).

Bacalah Yosua 3:9-17. Apakah tujuan dari mukjizat ini?

Kanaan bukan dikuasai Israel karena kepintaran militer Yosua atau usaha Israel yang gagah berani. Kemenangan atas penduduk kota Kanaan dicapai hanya melalui kuasa campur tangan Tuhan. Ketika Israel patuh, Tuhan memberikan kemenangan; tetapi, ketika Israel hanya bergantung pada kekuatannya sendiri, mereka gagal tanpa harapan.

Sesudah kematian Yosua dan orang-orang tua yang lain, beberapa bagian Tanah Perjanjian masih diduduki oleh bangsa Kanaan (Hak 1:27,28). Sepertinya iman Israel lebih hari lebih menyusut sebagaimana visi mereka juga menyusut. Gantinya melihat Tanah Perjanjian secara keseluruhan mereka menjadi sibuk dengan penghidupan mereka dan kehilangan visi yang lebih besar dan idaman yang Tuhan maksudkan bagi Israel sebagai suatu bangsa. Banyak pakar menamakan abad-abad berikutnya sebagai zaman kegelapan Israel.

Bacalah Hakim-hakim 17:6. Iklim moral seperti apakah yang diungkapkan ayat ini?

Ketika kita hehilangan gambaran yang lebih besar mengenai rencana Tuhan bagi kita, hal-hal yang kecil menjadi besar. Israel kehilangan perspektifnya sebagai bangsa; kesukuan mengambil alih. Di dalam seluruh buku Hakim-hakim, beragam suku dan kaum bersedia dan ingin memerangi sesama. praktik-praktik keagamaan dilebur menurut kenyamanan pribadi, dan kompromi dengan budaya sekitarnya meluas. Menurut buku Hakim-hakim, ini disebabkan kawin campur dengan Bangsa Kanaan yang masih hidup di negeri itu (Hak 3:3-7). Sebagai akibat dari kemerosotan rohani ini, Israel tergelincir ke dalam siklus dominasi kekuasaan asing, kemerdekaan, pemujaan berhala, dan sekali lagi, dominasi.

Apakah yang sangat berbahaya mengenai kompromi sehingga itu bisa datang dengan diam-diam, secara perlahan, dan hampir tidak kentara. Apakah cara hidup Anda sudah berubah dibandingkan dengan cara hidup Anda beberapa tahun yang lalu? Apakah perubahan-perubahan ini sebagai hasil dari kompromi?

Kamis. 30 September 2010

KEBODOHAN REHABEAM

Kematian Salomo menandai salah satu titik balik penting dalam sejarah Israel. Pendekatan administratif dengan tangan besi, undang-undang pengerahan tenaga kerja, dan percobaan-percobaan dalam kemajemukan agama semuanya menuju pada ketegangan besar pada awal pemerintahan Rehabeam, putra Salomo.

Bacalah 1 Raj-raja 12:1-16 dan cobalah untuk menangkap darama dari situasi tersebut. Dengan melihat kepemimpinan Rehabeam, apakah yang kita pelajari daricerita ini mengenai sikap kita terhadap kekuatan apa pun yang kita miliki dalam situasi kehidupan yang berbeda-beda? Apakah yang dapat kita pelajari dari kesalahan yang diperbuatnya?

Sesudah perpecahan Yehuda dan Israel, umat Tuhan yang tadinya bersatu mulai berpisah dengan cara yang berbeda-beda. Melihat pusat perbaktian, pengorbanan, dan pemujaan berada di Yehuda, maka Raja Yerobeam I dari Israel membuat dua lembu emas (1 Raj. 12:26-29) dan mendirikan dua tempat ibadah dengan mezbah, satu di Betel dan yang satunya lagi di Dan. Semuanya tidak terlihat begitu baik bagi Israel,selama dua ratus tahun beriktunya Bangsa Israel mempunyai pengalaman bagaikan naik roller-coaster, naik - turun dengan tiba-tiba. beberapa raja mengikuti (paling kurang dengan setengah hati_ panggilan Tuhan untuk bertobat; yang lain dengan keras kepala menolak seruan para nabi. Dinasti-dinasti berubah, dan begitu banyak pembunuhan berbau politik yang terjadi. Dua puluh raja berkuasa sejak Yerobeam I sampai pada raja terakhir Israel di Samaria, Hosea, memberi isyarat akan kondisi kerjaan yang tidak stabil. Akhirnya, tahun 722 S.M. Samaria direbut oleh bangsa Asyur dan Israel dibawa ke dalam penawanan.

Di sisi sebelah perbatasan, situasinya tidak lebih baik. Dinasti Daud tetap berlangsung, tetapi tidak semua keturunan Daud yang bisa menyamai iman dari leluhur mereka. Ada raja, sperti Yosafat, Hizkia, dan Yosia, berusaha untuk kembali kepada Tuhan dan dalam proses itu juga membawa orang Yehuda ke dalam pertobatan penuh. Usaha-usaha mereka dibantu oleh puluhan nabi yang berbicara di dalam situasi-situasi tertentu mengenai kebutuhan-kebutuhan rohani dan sosial Bangsa Yehuda.

Tahun 586 S.M. Yerusalem jatuh ke tangan Babel. Para pemimpin dan banyak dari penduduk kota dibawa ke Babel. Bait suci Tuhan dihancurkan. "Percobaan" kerajaan telah tiba pada akhirnya.

Seseorang dapat berpikir bahwa dengan bencana penghancuran dan penawanan bangsa Babel, menjadi akhir dari Bangsa Yahudi. Apakah yang diceritakan oleh pemulihan mereka mengenai kesabaran dan kemurahan Tuhan? Pernahkah Anda melihat kesabaran dan kemurahan Tuhan? Pernahkah Anda melihat kesabaran dan kemurahan yang sama dalam kehidupan Anda? Bagaimanakah reaksi Anda terhadap kemurahan ini?


Rabu, 29 September 2010

MENGENAI PARA RAJA DAN PANGERAN

Walaupun begitu banyak yang sudah diberikan Tuhan, dan dijanjikan lebih banyak lagi seandainya mereka menurut, Bangsa Israel dipengaruhi secara negatif oleh kebudayaan di sekitar mereka. Sebagai contoh, mereka melihat di kerajaan -kerajaan sekitar sebuah struktur politik yang sangat berbeda. Semua bangsa ini mempunyai seorang raja. Dipadukan dengan fakta bahwa putra-putra Samuel tidak mengikuti perilaku dan kepemimpinan ayah mereka karena "mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan" ( 1sam 8:3, NKJV), para pemimpin suku israel merasa bahwa sudah waktunya untuk menunjuk seorang raja atas Israel (1 Sam 8:4,5). Samuel tidak begitu senang dengan keputusan itu tetapi disuruh Tuhan untuk menurut saja (1 Sam 8:7).

Saul dari suku Benyamin diurapi sebagai raja oleh Samuel (1 Sam 10:1) dan memulai kekuasaannya di Gibea. Namun, sebagaimana yang diramalkan Tuhan, semua tidak berjalan lancar bagi raja yang baru. Ketegangan antar suku tetap berlangsung. Keberadaan Bangsa Israel berada dalam bahaya karena tekanan dari kekuasaan-kekuasaan yang berada di sekelilingnya. Raja yang baru tidak berkomitmen untuk mengikuti persyaratan-persyaratan Tuhan (1 Sam 15:3,8,9) dan, sebagai hasilnya, Tuhan akhirnya menolak Saul.

Sesudah itu, Daud diurapi sebagai raja Israel yang akan datang. Seperti yang diharapkan, Saul tidak ingin memindahkan dengan begitu saja kekuasaanya kepada juara perang yang baru, Daud. Dekade berikutnya ditandai oleh perselisihan internal, dan Daud selalu dalam pelarian.

Perkembangan besar selanjutnya dalam sejarah Israel terjadi ketika Saul dan putra-putranya terbunuh dalam peperangan melawan Filistin (1 Sam 31:1-6). Daud dijadikan raja atas Yehuda, dan tujuh tahun kemudian, atas seluruh Israel. Daud mendirikan Yerusalem sebagai ibukota baru dari kerajaan yang bersatu. Tindakan-tindakan militernya yang luar biasa sangat sukses; dia memperluas batas-batas kerajaannya. Sesudah berkuasa selama empat puluh satu tahun, Daud wafat di Yerusalem (2Sam 5:4; 1 Raja 2:10, 11). Seperti kehidupan kita, pemerintahan Daud ditandai dengan kemenangan-kemenangan yang besar, beberapa pilihan yang buruk, dan begitu banyak kemurahan Tuhan. Dia diganti oleh putranya Salomo, yang juga memerintah selama empat puluh tahun (1 Raj. 11:42).

Salomo bukanlah seorang prajurit atau penakluk. Malahan, dia mencari dan menerima akal budi surgawi (1 Raj 3:3-13) ; dia membangun bait suci Allah di Yerusalem; dia merancang struktur-struktur administratif yang mengawasi dan mengatur Israel; tetapi, pada akhirnya hidupnya, dia berpaling dari Tuhan, mengikuti praktik-praktik agama dari istri-istrinya (1 Raj 11:1-8

Bacalah 1 Samuel 8:7-20. bagaimanakah bagian ini menunjukkan bahwa jalan-jalan Tuhan lebih baik daripada jalan manusia? Betapa seringnya kita mendapati diri kita melakukan hal yang sama, ingin melakukan hal-hal sesuai dengan jalan kita gantinya mengikuti jalan Tuhan?

Senin, 27 September 2010

Senin, 27 September 2010

Dimana dan Bagaimana?

Latar (Keterangan mengenai waktu tempat, keadaan) menunjukkan kenyatan dari cerita dan memberikan atmosfer dan suasana hati. contoh, mengapa, dalam Rut 4:1, 2. Boas menyampaikan kasus hukumnya di pintu gerbang dan tidak di rumahnya atau di rumah walikota Betlehem? Jelas, pintu gerbang adalah tempat yang paling umum di zaman dulu kala--menambahkan menambahkan sebuah elemen hukum yang penting dalam cerita ini. Latar juga dapat memberikan petunjuk bagi kita megenai periode waktu cerita itu terjadi. Jika kita mendengar sebuah cerita yang terjadi di dalam sebuah mobil atau di dalam terminal bandara udara, tanpa banayk berfikir kita bisa mengetahui bahwa erita tersebut tidak berasal dari zamannya Daud atau Martin Luther.

Bandingkan latar dari kedua cerita berikut ini: 1 Samuel 24:1-6 dan Kejadian 39:6-12. Bagaimana mengkontribusi kepada plot pada cerita tersebut?
____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________
____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________
____________________________________________________________________ ____________________________________________________________________ Latar dapat membantu kita untuk lebih emngerti tindakan dari cerita tersebut. Daud dan prajuritnya sendiri dengan Saul, yang tidak dilindungi dan sangat rentan. Latar cerita ini menyorot tabiat masyur dari Daud kita untuk lebih memahami tindakan dari cerita. David Davidntan. Pengaturan ini menyoroti karakter bintang Daud. Dia tidak memanfaatkan kesempatan ini ideal untuk melepaskan diri dari Saul sebelum Saul berusaha untuk melepaskan diri dari Daud, sebuah fakta yang mengungkapkan Daudenghormati pemimpin diurapi Tuhan.

Latar dalam cerita tentangYusuf juga menggambarkan . Yusuf seorang yang tampan dan memiliki posisi kekuasaan. Istri majikannya tergila-gila dengannya, dan mereka sendirian di dalam rumah. Yusuf, seperti Daud, menunjukkan tabiatnya yang masyur ketika menolak kesempatan itu.

Tetapi latar bukanlah satu-stunya elemen cerita yang penting. Kita harus melihat sudut pandang dari sang narator, yang iasanya menyediakan informasi yang penting bagi kita tetapi kadang kala juga menahan informasi. hal ini terutama berlaku dalam cerita-cerita sekular. Walaupun kita memiliki segi pandang terhadap cerita-cerita Akitab, kita harus membaca semua itu dengan asumsi bahwa mereka di ilhami oleh Roh Kudus dan kebenaran yang diungkapkan adalah kebenaran Allah.


Pikirkanlah mengenai Daud dan Yusuf dalam latar mereka. Betapa mudahnya mereka merasionalkan perbuatan yang melebihi erbuatan mereka. kenyataan semua itu tidak memberikan informasi yang banyak mengenai tabiat mereka. Berapa seringkah anda merasionalkan perbuatan-perbuatan yang salah?

Pelajara 1, Sabat, 25 September - 2 Oktober 2010

CERITA DAN SEJARAH

Sabat Petang


Rata PenuhBACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI : Kejadian 39:6-12; Yosua 3:9-17; 1 Samuel 24:1-6; 1 Raja-raja 12:1-16; Ayub 1:1-12

AYAT HAFALAN : "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2 Timotius 3:16, 17, NET)

Walaupun banyak orang tidak memiliki minat yang besar untuk mempelajari sejarah, namun banyak orang menyukai cerita yang baik. Setiap peradaban kaya akan cerita-cerita yang menjelaskan (atau mengaku menjelaskan) asal usul, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan struktur-struktur kebudayaannya. Cerita-cerita ini, yang diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya, seringkali merupakan alat mengajar.

Dalam abad modern, kegiatan bercerita dikecilkan: orang-orang mencari fakta dan jawaban ilmiah untuk menjelaskan kehidupan. Namun, hanya fakta-fakta tidak bisa menjawab semua pertanyaan kehidupan kita. Dewasa ini, sebuah generasi baru, yang sering dinamakan "postmodern," telah menemukan kembali kuasa dari cerita.

Dengan demikian, Alkitab sangat kontemporer karena penuh dengan cerita. Bukan legenda, bukan "dongeng-dongeng isapan jempol manusia" (2 Ptr 1:16, ESV), tetapi cerita sejarah dan pribadi yang mengungkapkan kebenaran mengenai Tuhan dan interaksi-Nya dengan manusia yang telah tajuh. Cerita-cerita ini menggambarkan orang-orang yang nyata, berjuang dengan masalah-masalah kehidupan yang nyata dan berinteraksi dengan Tuhan yang hidup, yang menawarkan jawaban-jawaban atas masalah-masalah itu.

Setiap cerita membutuhkan waktu, tempat, dan keadaan. Minggu ini kita akan mempelajari keadaan-keadaan yang berbeda dan konteks sejarah mereka agar dapat lebih mengerti tokoh-tokoh yang akan kita pelajari sepanjang triwulan ini.

Senin, 20 September 2010

Jumat, 24 September 2010

SELANJUTNYA: Baca Ellen G. White, "Unity and Love in the Church," hlm. 477, 478; "Love for the Erring," hlm. 604-606, dalam Testimonies for the Church, jld. 5; "Menolong yang Tergoda," hlm. 137, dalam Membina Keluarga Sehat, dan halaman 719 dalam The SDA Bible Commentary, jld. 6.

"Kepada saya ditunjukkan bahaya mengancam umat Allah dalam melihat pada Saudara dan Saudari White dan menyangka bahwa mereka harus datang kepada kami denganbeban-beban mereka dan meminta nasihat kepada kami. Janganlah kiranya seperti itu. Umat Allah diundang oleh Juruselamat mereka yang penuh belas kasihan dan kasih untuk datang kepada-Nya, bila mereka letih lesu dan berbeban berat, dan Dia akan melegakan mereka. . . . Banyak yang datang kepada kami dengan pertanyaan: Apakah saya harus lakukan ini? Apakah saya harus terlibat dalam urusan ini? Atau, dalam hal pakaian, apakah saya harus menggunakan potongan ini atau itu? Saya jawab mereka: Kamu mengaku sebagai murid-murid Kristus. Pelajari Alkitabmu. Baca dengan cermat dan penuh doa tentang kehidupan Juruselamat terkasih kita pada waktu Dia tinggal di antara manusia di atas bumi ini. Tirulah hidup-Nya, dan kamu tidak akan didapati menyimpang dari jalan yang sempit itu. Kami sama sekali menolak untuk menjadi hati nurani bagi kamu. Jika kami mengatakan pada kamu apa yang harus kamu lakukan, kamu akan berharap pada kami untuk menuntun kamu, gantinya kamu sendiri langsung datang pada Yesus." —Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 2, hlm. 118, 119.
"Tetapi jangan hendaknya kita memindahkan tanggung jawab kewajiban kita kepada orang lain, dan menunggu mereka mengatakan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Kita tidak boleh bergantung mengharapkan nasihat manusia. Tuhan akan mengajarkan kewajiban kita kepada kita sama relanya seperti Ia mau mengajar orang lain . . . . Mereka yang memutuskan tidak berbuat apa-apa dalam hal apa pun yang tidak menyenangkan Allah, akan mengetahui, sesudah menyampaikan persoalan mereka di hadapan-Nya, jalan mana yang harus ditempuh."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 310.
"Masih ada orang di dalam sidang yang tetap cenderung kepada kebebasan pribadi. Mereka tampaknya belum sanggup untuk menyadari bahwa kebebasan roh akan cenderung untuk memimpin umat manusia kepada banyak kepercayaan diri sendiri dan untuk mempercayakan pertimbangannya sendiri daripada menghormati nasihat dan menghargai setinggi-tingginya pertimbangan saudara-saudaranya."—
Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 139

PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
  1. Dengan tema sepanjang pekan ini, bagaimanakah kita sebagai orang- orang Kristen menemukan keseimbangan yang tepat dalam: Setia pada apa yang kita percaya, namun tidak menghakimi orang lain yang melihat sesuatu berbeda dengan yang kita lihat?
  2. Setia pada hati nurani kita sendiri dan tidak berusaha menjadi hati nurani bagi orang lain, sementara dalam waktu yang sama berusaha menolong orang lain yang kita yakini sedang berada dalam kesalahan? Kapankah kita berbicara dan kapankah kita harus berdiam diri? Kapankah kita patut dipersalahkan jika kita berdiam diri?
  3. Merdeka dalam Tuhan namun tetap menyadari tanggung jawab kita menjadi teladan yang baik bagi mereka yang menghormati kita?